img1 img2 img3

Selamat Datang di Jendela Perempuan

Jendela Perempuan adalah koleksi kisah digital yang ingin mendorong keterlihatan dan keterdengaran perempuan yang selama ini dipinggirkan.

Jendela Perempuan adalah upaya meningkatkan “keterlihatan dan keterdengaran” mereka yang paling diabaikan di industri media dunia melalui sebuah koleksi kisah digital yang bisa membuka wawasan kita tentang karya dan kerja perawatan mereka: perempuan adat atau perempuan yang dipinggirkan. Mereka adalah perempuan-perempuan yang menjaga alam dan budaya, garda depan ketahanan pangan, dan memperjuangkan haknya.

Mereka adalah para perempuan yang mengubah dunia menjadi lebih baik.

Masuk & Jelajahi

94

Koleksi

25

Provinsi

27

Kolaborator

◆Jakarta
Kolaborator Inklusifa

Biodigester Sri Wahyuni Masuk Rusun Rorotan: Tantangan Partisipasi Kaum Urban

Gender Lingkungan Ruang Hidup
20/10/2026 | Format: Artikel

Sri Wahyuni, dijuluki Ratu Biogas, karena perjuangannya puluhan tahun mengembangkan teknologi dari sampah dan kotoran. Perjuangan Sri adalah membuat energi bersih sebagai sesuatu yang semestinya dapat diakses masyarakat tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan maupun mengorbankan penghidupan warga.

Lanjut Baca
◆Maluku
Kolaborator Titastory

Di Tengah Ambisi Panas Bumi, Perempuan Morella Merintis Energi Berkeadilan

Gender Lingkungan Ruang Hidup
12/10/2026 | Format: Artikel

Alih-alih PLTP yang digenjot pemerintah dengan tidak mengedepankan pelestarian lingkungan sekitar, kelompok perempuan di Desa Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah berupaya memenuhi kebutuhan energi mandiri sekaligus menjalankan ekonomi mereka dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan akses terhadap sumber energi yang adil. Artikel ini didukung oleh Project Multatuli dan Think Policy.

Lanjut Baca
◆Maluku Utara
Kolaborator Kalesang

Ketika Tangan Perempuan Tidore Menjaga Saloi dari Kepunahan

Gender Pekerja Ruang Hidup
30/09/2026 | Format: Artikel

Saloi telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku Utara, terutama di Tidore dan sejumlah wilayah di Halmahera. Selama puluhan tahun, Mama Rugaya menggantungkan kehidupan keluarganya dari membuat saloi. Dari keranjang-keranjang yang dianyamnya itu, ia membangun rumah, membiayai pendidikan anak, bahkan membantu suaminya menunaikan ibadah haji.

Lanjut Baca
Ilustrasi Kontribusi

Yuk Dukung Kami

Kami menyadari pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk memperkaya perspektif dan memperkuat upaya pendokumentasian ini. 

 

Silakan klik tombol di bawah ini untuk tahu lebih lanjut.

 

 

Saya Mau Membantu