img1 img2 img3

Selamat Datang di Jendela Perempuan

Jendela Perempuan adalah koleksi kisah digital yang ingin mendorong keterlihatan dan keterdengaran perempuan yang selama ini dipinggirkan.

Jendela Perempuan adalah upaya meningkatkan “keterlihatan dan keterdengaran” mereka yang paling diabaikan di industri media dunia melalui sebuah koleksi kisah digital yang bisa membuka wawasan kita tentang karya dan kerja perawatan mereka: perempuan adat atau perempuan yang dipinggirkan. Mereka adalah perempuan-perempuan yang menjaga alam dan budaya, garda depan ketahanan pangan, dan memperjuangkan haknya.

Mereka adalah para perempuan yang mengubah dunia menjadi lebih baik.

Masuk & Jelajahi

89

Koleksi

25

Provinsi

25

Kolaborator

Jakarta
Kolaborator Marsinah.id

Linda dan 133 Buruh Perempuan yang Menolak Diam: Melawan di Pabrik, Bertahan di Rumah

Gender Pekerja Ruang Hidup
04/09/2026 | Format: Artikel

Selama 26 tahun bekerja di pabrik garmen, Linda terbiasa mengejar target produksi, menerima tekanan dan memikul pekerjaan rumah tangga. Ketika haknya bersama 133 buruh lain dipertaruhkan, ia memilih bersuara. Mogok bukan hanya tentang mempertahankan pekerjaan, tetapi tentang bagaimana perempuan mempertahankan martabat, tubuh, keluarga, dan kehidupan bersama.

Lanjut Baca
Aceh
Kolaborator Sinar Pidie

Sembilan Bulan Pasca Banjir Bandang: Perempuan Gampong Buangan yang Terus Menganyam Tikar Pandan

Gender Lingkungan Ruang Hidup
01/09/2026 | Format: Artikel

Hampir semua perempuan di Gampong Buangan adalah perajin tikar pandan dan petani, tapi Fatmawati dan ibunya, Ainsyah, hanya mengandalkan penghasilan dari menganyam tikar pandan. Ainsyah mengatakan daya rusak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu terhadap perdu-perdu pandan di Gampong Buangan lebih mengerikan daripada tsunami 2004 silam. Keadaan ini memengaruhi ...

Lanjut Baca
Maluku Utara
Kolaborator Kalesang.id

Dari Warisan ke Penghidupan: Perempuan Tidore Merajut Kembali Tenun yang Nyaris Hilang

Budaya Gender Kesenian
27/08/2026 | Format: Artikel

Tenun Tidore cukup lama menghilang dari kehidupan sehari-hari warganya. Hingga 2016, kegiatan-kegiatan adat menggunakan kain batik yang bukan berasal dari budaya setempat. Berbekal arsip dokumentasi visual yang didapatnya dengan usaha keras, Anita Gathmir, seniman asal Tidore, pun menelusuri jejak instrumen budaya ini untuk bisa kembali ke Tidore. Hasilnya rumah produksi ...

Lanjut Baca
Ilustrasi Kontribusi

Yuk Dukung Kami

Kami menyadari pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk memperkaya perspektif dan memperkuat upaya pendokumentasian ini. 

 

Silakan klik tombol di bawah ini untuk tahu lebih lanjut.

 

 

Saya Mau Membantu